Senin, 13 April 2015

Rombongan Harley Arogan, Ini Tanggapan Polres Ciamis

Kedatangan rombongan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) ke Pangandaran sejak Jumat (10/04) kemarin telah menimbulkan polemik di masyarakat. Pro dan kontra terjadi karena rombongan ini memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi dan memakan sebagian besar badan jalan.

Tak hanya itu, masyarakat mengeluhkan banyak yang terganggu perjalanannya karena harus memberi jalan kepada rombongan Harley Davidson yang lewat. Mislanya pemilik akun facebook Pujangga Pencari Hati, dia menuliskan komentar, “Kemarin saya pulang dari kampung saya Cijulang menuju arah Ciamis. Sepanjang jalan saya entah berapa kali berpapasan dengan rombongan konvoi moge tersebut. Dan saya sebagai pengguna jalan sangat terganggu karena rombongan tersebut menjalankan kendaraannya sangat kencang sekali dan seolah tak menghiraukan pengendara lain di sekitarnya”. Hal senada diungkapkan pengendara motor lainnya, Heri warga Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Ciamis. “Menurut saya rombongan Harley tersebut arogan. Tadi (Jumat, 10 April 2015) saya mau ke Ciamis, di daerah Citutut berpapasan dengan rombongan Harley. Saya terpaksa berhenti dulu karena jalan jadi macet. Eh sudah berhenti, terus saja disuruh minggir, sampai saya hampir terperosok ke selokan. Yang paling membuat saya jengkel itu pak polisi malah mengawal mereka, ikut mepetin pengendara lain”. Terkait hal tersebut, Kasat Lantas Polres Ciamis, 

AKP. Yudi Sadikin saat dikonfirmsi Warta Priangan membenarkan pihak kepolisian memberikan pengawalan terhadap rombongan HDCI yang akan ke Pangandaran. “Dalam keberangkatan dan kepulangan rombongan HDCI dari masing-masing wilayah, Polri telah menyediakan pengawalan dari daerah masing-masing. Begitu juga Polda Jabar berkoordinasi dengan Pengda HDCI Jabar, sehingga dilakukan pengawalan dari Polda Jabar ke Pangandaran”. Namun menurutnya, kepolisisan telah mengatur strategi untuk meminimalisir ganguaan lalu lintas akibat iring-iringan motor Harley Davidson tersebut. “Pengawalan dilakukan dengan tujuan agar semua anggota rombongan selamat. 

Begitu juga masyarakat pengguna jalan lain, selamat dan tidak dirugikan oleh adanya anggota rombongan yang ngebut dan mengganggu lalu lintas. Caranya rombongan dibagi kecil-kecil dan diberikan selang antara 10 menit sampai dengan 20 menit antar rombongan”. Terkait kecelakaan yang melibatkan anggota rombongan HDCI, AKP. Yudi menjelaskan terdapat dua kelompok yang tidak ikut rombongan dan terpencar. Sehingga kecepatan, ketertiban sepanjang jalan kurang dan tidak termonitor oleh anggota Polri. “Saat datang dan pulang terdapat rombongn yang sendiri-sendiri karena mungkin ada kepentingan yang berbeda beda. Rombongan atau kelompok itulah yang kemudian mengalami kecelakaan,” pungkasnya. (Sarif Hidayat/WP)

 sumber :wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.

0 komentar:

Posting Komentar